Berima dengan "langkah"—dua kata saja
Hari kedua minggu "jalan" adalah "langkah" (langkah, tindakan). Hari sebelumnya adalah "jalan".
Dua kata saja
Rima sempurna "langkah" ada 2: sanggah (membantah, menyanggah) dan tanggah (mata uang Persia kuno). Hanya sanggah yang umum.
Ini kontras paling tajam minggu ini. Kemarin "jalan" punya 49 rima sempurna yang penuh kata sehari-hari. Hari ini kata yang sama-sama dipakai setiap hari—langkah—hampir tidak punya pasangan sama sekali.
Kenapa sesempit itu
Sebabnya ada di gugus konsonan. Kunci rima "langkah" bukan sekadar a–a, melainkan a–ngah: vokal a, lalu ng, lalu a, lalu h. Untuk masuk daftar ini, sebuah kata harus punya -nggah atau -ngkah di akhir. Dalam bahasa Indonesia rangkaian itu langka.
Bandingkan dengan "jalan" kemarin: akhiran -an begitu produktif sehingga 49 kata masuk tanpa usaha. Satu konsonan tambahan di tengah, dan daftarnya menyusut jadi dua.
Yang hampir masuk
Daftar "bunyi serupa" justru lebih ramai daripada rima sempurnanya: langsat, langka (jarang), langsam, langgar, dan dari sisi akhiran ada naskah, markah, nafkah.
Tiga kata terakhir itu menarik. Naskah, markah, nafkah—semuanya berakhiran -kah dan berpola a–a, persis seperti langkah. Yang membedakan hanya konsonan sebelum k. Telinga mendengarnya mirip; kunci rima menempatkannya di lapisan berbeda.
Rima vokal
Kalau dilonggarkan sampai rima vokal (hanya vokalnya yang dicocokkan, a–a), daftarnya melebihi batas tampilan 120 kata. Di lapisan inilah "jalan" dan "makan" berada—tapi keduanya jatuh di luar 120 yang ditampilkan, jadi tidak terlihat di halaman "langkah". Langkah dan jalan memang bertemu, hanya saja di lapisan paling longgar dan di luar layar.
Cari "langkah" di Raimz untuk melihat daftar rima dan pelafalannya.