Berima dengan "tujuan"—satu kelompok, satu cetakan
Hari keenam minggu "jalan" adalah "tujuan" (tujuan, sasaran). Hari sebelumnya adalah "sesat".
30 kata, 18 umum, dan semuanya bentukan
Rima sempurna "tujuan" ada 30, 18 di antaranya umum: hukuman, turunan, putusan, hubungan, susulan, jurusan, suruhan, buruan, gulungan, rujukan, ukuran, dukungan, susutan, kutukan, urutan, pungutan, urusan, susunan.
Perhatikan bentuknya: hampir semuanya kata bentukan berakhiran -an. Hukum → hukuman. Turun → turunan. Putus → putusan. Hubung → hubungan. Ukur → ukuran. Susun → susunan.
Sama seperti "tujuan" sendiri: tuju → tujuan.
Rima yang dibuat oleh tata bahasa
Ini temuan paling menarik hari ini. Daftar rima "tujuan" bukan kumpulan kata yang kebetulan sebunyi—daftar itu adalah hasil satu cetakan tata bahasa.
Kalau sebuah kata dasar berpola u–u dan diberi akhiran -an, kata jadiannya otomatis masuk ke kelompok ini. Jadi yang mencocokkan bunyi bukan sejarah kata, melainkan proses pembentukannya. Bahasa Indonesia memproduksi rima ini sendiri, terus-menerus.
Bandingkan dengan "simpang" (hari keempat): di sana lima kata berkumpul karena berbagi akar makna. Di sini 30 kata berkumpul karena berbagi pola pembentukan. Dua mesin yang sama sekali berbeda.
Jurusan
Satu kata dalam daftar berarti hampir sama dengan "tujuan": jurusan (arah; juga jurusan kuliah).
Tujuan dan jurusan. Dua kata untuk gagasan yang mirip, dibentuk dengan akhiran yang sama, dan karena itu berima sempurna. Bandingkan dengan hari ketiga, ketika "arah" bertemu "salah"—yang itu kebetulan, yang ini hampir tak terhindarkan.
Kedua lapisan muat di layar
Hal langka terjadi di sini: rima vokal "tujuan" hanya 32 kata, jadi kedua lapisan—rima sempurna dan rima vokal—muat seluruhnya di layar. Sepanjang minggu ini, lapisan rima vokal selalu melebihi batas tampilan 120 kata. Pola u–u–a ternyata jauh lebih jarang daripada a–a.
Cari "tujuan" di Raimz untuk melihat daftar rima dan pelafalannya.